Pontianak – Gelaran Proliga 2026 resmi dibuka dengan meriah di GOR Terpadu A Yani, Pontianak. Selama empat hari berturut-turut mulai 8 hingga 11 Januari 2026, total 9 pertandingan berlangsung dengan penuh intensitas. Kompetisi voli profesional paling bergengsi di Indonesia ini kembali mempertemukan tim-tim terbaik dari kategori putra dan putri dalam adu kekuatan yang mendebarkan.
Seri pembuka di Pontianak menjadi ajang bagi setiap tim untuk menunjukkan kesiapan mereka. Berbagai strategi diuji, pemain bintang menunjukkan kualitas, dan kejutan pun bermunculan. Antusiasme penonton yang memadati tribun GOR Ahmad Yani turut memberi warna tersendiri dalam setiap laga yang berlangsung.
Bhayangkara Presisi Sempurna, Popsivo Polwan Tak Terkalahkan
Jakarta Bhayangkara Presisi dan Jakarta Popsivo Polwan muncul sebagai tim paling konsisten di week pertama. Kedua tim berhasil menyapu bersih kemenangan dengan raihan 2 kemenangan berturut-turut, mengemas 6 poin penuh yang menempatkan mereka di puncak klasemen masing-masing kategori.

Bhayangkara Presisi memulai kampanye putra dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi pada 8 Januari. Pertandingan berlangsung ketat pada set pertama dengan skor 25-23, namun Bhayangkara kemudian menunjukkan dominasi dengan memenangi dua set berikutnya 25-19 dan 25-21. Konsistensi mereka berlanjut pada 11 Januari saat menghadapi Surabaya Samator yang sempat memberikan perlawanan sengit hingga lima set, namun Bhayangkara tetap keluar sebagai pemenang 3-1.
Di kategori putri, Popsivo Polwan juga menampilkan performa impresif. Kemenangan pertama mereka diraih dengan menundukkan Medan Falcons 3-0. Laga kedua melawan Bandung BJB Tandamata berlangsung lebih dramatis. Meski sempat kehilangan set kedua 24-26, Popsivo mampu bangkit dan menutup pertandingan dengan kemenangan 3-1 (25-12, 24-26, 25-19, 25-18).
Lavani dan Phonska Buka Akun Kemenangan
Jakarta Lavani Livin’ Transmedia mengirim sinyal kuat pada kategori putra dengan menundukkan Jakarta Garuda Jaya 3-0 straight sets pada 10 Januari. Tim besutan Boy Arnez itu tampil percaya diri dan mampu menguasai ritme permainan sejak awal. Kemenangan dengan skor 25-18, 25-15, 25-22 ini menegaskan Lavani sebagai salah satu kandidat kuat untuk bersaing di papan atas.

Sementara itu, Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia juga membuka kampanye putri dengan sempurna. Menghadapi Medan Falcons pada 10 Januari, Phonska langsung menunjukkan kelas dengan kemenangan telak 3-0. Dominasi mereka terlihat jelas dari skor set yang mencolok: 25-15, 25-10, dan 25-16. Duet legiun asing Arnetta Putri, Annie Mitchem, dan Oleksandra Bytsenko menjadi motor serangan yang sulit dibendung lawan.
Drama Lima Set: Pertamina Enduro Kalahkan Electric PLN
Pertandingan paling dramatis week pertama terjadi pada 9 Januari ketika Jakarta Pertamina Enduro berhadapan dengan Jakarta Electric PLN. Laga ini menjadi satu-satunya pertandingan yang harus ditempuh hingga set kelima.
Electric PLN sebenarnya tampil dominan di dua set awal dengan kemenangan 25-20 dan 25-22. Namun Pertamina Enduro menunjukkan mental juara dengan bangkit dan memenangi tiga set berturut-turut: 25-22, 25-17, dan tie break 15-9. Kemenangan dramatis ini memberi poin berharga bagi Pertamina, meski mereka hanya meraih 2 poin karena butuh lima set untuk menang.

Ironinya, Electric PLN yang kalah justru berhasil meraih 1 poin dari kekalahan ini. Tim asuhan Chamman Dokmai kemudian bangkit dengan meyakinkan pada 11 Januari, menundukkan Jakarta Livin Mandiri 3-0 untuk meraih kemenangan perdana.
Kejutan dan Kekecewaan di Week Pertama
Bandung BJB Tandamata menjadi salah satu tim yang menunjukkan performa mengejutkan. Pada 9 Januari, mereka berhasil menundukkan Jakarta Livin Mandiri 3-0 dengan skor yang cukup meyakinkan di setiap set (25-21, 25-15, 25-21). Kemenangan ini menempatkan BJB Tandamata di posisi ke-4 klasemen putri dengan 3 poin.
Di sisi lain, beberapa tim harus menelan kekecewaan. Medan Falcons baik putra maupun putri belum mampu meraih kemenangan sama sekali. Tim putri Medan Falcons bahkan harus menelan dua kekalahan telak 3-0, masing-masing dari Bhayangkara Presisi dan Phonska Pupuk Indonesia. Jakarta Livin Mandiri juga mengalami nasib serupa dengan dua kekalahan beruntun di kategori putri.
Klasemen Sementara Week 1
Kategori Putra:
- Jakarta Bhayangkara Presisi – 2 Menang, 6 Poin, Rasio Set 6.00
- Jakarta Lavani Livin’ Transmedia – 1 Menang, 3 Poin, Rasio Set MAX
- Surabaya Samator – 0 Menang, 0 Poin, Rasio Set 0.33
- Medan Falcons Tirta Bhagasasi – 0 Menang, 0 Poin, Rasio Set 0.00
- Jakarta Garuda Jaya – 0 Menang, 0 Poin, Rasio Set 0.00
Kategori Putri:
- Jakarta Popsivo Polwan – 2 Menang, 6 Poin, Rasio Set 6.00
- Jakarta Electric PLN Mobile – 1 Menang, 4 Poin, Rasio Set 1.67
- Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia – 1 Menang, 3 Poin, Rasio Set MAX
- Bandung BJB Tandamata – 1 Menang, 3 Poin, Rasio Set 1.33
- Jakarta Pertamina Enduro – 1 Menang, 2 Poin, Rasio Set 1.50
- Jakarta Livin Mandiri – 0 Menang, 0 Poin, Rasio Set 0.00
- Medan Falcons – 0 Menang, 0 Poin, Rasio Set 0.00
Analisa Performa Tim Unggulan
Jakarta Popsivo Polwan: Menunjukkan permainan yang sangat solid dengan dukungan duet legiun asing Bhethania De La Cruz dan Yonkaira Pena. Pertahanan mereka rapat dan serangan bervariasi membuat lawan kesulitan membaca pola permainan. Meski sempat kehilangan satu set melawan BJB Tandamata, kemampuan mereka untuk bangkit menunjukkan mental juara yang matang.
Jakarta Bhayangkara Presisi: Konsistensi adalah kunci sukses Bhayangkara di week pertama. Baik kategori putra maupun putri sama-sama meraih dua kemenangan. Tim ini memiliki kedalaman skuat yang baik dan mampu menjaga performa stabil di setiap set. Kemenangan atas Samator yang harus ditempuh dalam empat set membuktikan mereka tidak mudah goyah saat mendapat tekanan.
Jakarta Lavani Livin’ Transmedia: Debut impresif di Pontianak dengan kemenangan straight sets. Pola serangan yang efektif dan pertahanan disiplin membuat mereka layak diperhitungkan sebagai kandidat juara. Namun dengan baru satu pertandingan, masih perlu dibuktikan konsistensi mereka di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia: Kemenangan telak 3-0 dengan margin yang besar di setiap set menunjukkan dominasi absolut. Kombinasi pemain lokal dan asing berjalan harmonis. Pelatih Alessandro Lodi berhasil membangun sistem permainan yang solid meski mengakui timnya masih belum mencapai performa maksimal.
Catatan Penting Week 1
Week pertama Proliga 2026 di Pontianak memberikan beberapa catatan menarik. Pertama, dominasi tim-tim ibu kota Jakarta sangat terasa dengan 6 dari 7 tim putri berasal dari Jakarta dan semuanya tampil kompetitif. Kedua, rasio set menjadi faktor penting dalam menentukan posisi klasemen ketika poin sama, terlihat dari posisi Electric PLN yang unggul dari tim lain meski sama-sama meraih 1 kemenangan.
Ketiga, pentingnya kemenangan straight sets terlihat dari status “MAX” pada rasio set Lavani dan Phonska yang menang 3-0, memberi mereka keuntungan jika nanti terjadi persaingan ketat di klasemen. Keempat, pertandingan lima set antara Pertamina dan Electric menunjukkan bahwa kompetisi tahun ini akan sangat ketat dan tidak ada tim yang bisa dianggap remeh.
Outlook untuk Week Selanjutnya
Dengan hasil week pertama yang sudah terlihat, persaingan di Proliga 2026 diprediksi akan semakin sengit. Popsivo Polwan dan Bhayangkara Presisi memimpin dengan sempurna, namun tim-tim seperti Lavani, Phonska, dan BJB Tandamata siap memberi perlawanan ketat.
Tim-tim yang belum meraih poin seperti Medan Falcons putra-putri, Livin Mandiri, Samator, dan Garuda Jaya harus segera bangkit. Tekanan akan semakin besar karena setiap poin sangat berharga dalam menentukan nasib di babak playoff nanti.
Proliga 2026 baru saja dimulai, dan week pertama di Pontianak telah memberikan preview yang menarik tentang apa yang akan terjadi di minggu-minggu mendatang. Pertarungan untuk menjadi yang terbaik baru saja dimulai!





