JAKARTA – Putaran kedua Proliga 2026 telah memasuki minggu kelima dengan sejumlah hasil menarik yang mulai membentuk peta kekuatan di klasemen. Dari 38 pertandingan yang telah berlangsung, beberapa tim menunjukkan konsistensi luar biasa, sementara yang lain justru terus terperosok dalam performa buruk.
Jakarta LavAni Livin’ Transmedia dan Jakarta Pertamina Enduro muncul sebagai dua kekuatan dominan yang belum terkalahkan, sementara Medan Falcons dan Bandung BJB Tandamata masih mencari formula kemenangan pertama mereka di putaran ini.
Tim-Tim Papan Atas Semakin Kokoh
Jakarta LavAni: Belum Tersentuh Kekalahan
Jakarta LavAni Livin’ Transmedia tetap mempertahankan rekor sempurna mereka dengan dua kemenangan meyakinkan. Kemenangan 3-0 atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi (pertandingan 33) dan hasil serupa atas juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi (pertandingan 37) membuktikan kematangan skuad asuhan David Lee.
Kekuatan LavAni terletak pada trio penyerang Taylor Sander, Boy Arnes, dan tembok pertahanan Hendra Kurniawan yang sulit ditembus. Dengan jadwal selanjutnya menghadapi Jakarta Garuda Jaya (pertandingan 44) dan Surabaya Samator (pertandingan 47), LavAni berpeluang besar memperpanjang tren positif mereka.
Jakarta Pertamina Enduro: Konsistensi Tanpa Cela
Tidak kalah impresif, Jakarta Pertamina Enduro mencatatkan empat kemenangan beruntun dengan clean sheet 3-0. Mereka mengalahkan Medan Falcons (pertandingan 31), Bandung BJB Tandamata (pertandingan 34), dan Jakarta Electric PLN Mobile (pertandingan 38) tanpa kehilangan satu set pun.
Performa Pertamina Enduro menunjukkan kesiapan matang sebagai kontender juara. Skuad ini akan menghadapi ujian berat saat bertemu Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia pada 26 Februari 2026 (pertandingan 59), yang bisa menjadi pertandingan penentu posisi klasemen.
Persaingan Ketat di Zona Tengah
Gresik Phonska Plus: Tuan Rumah yang Tangguh
Gresik Phonska Plus menunjukkan performa solid dengan kemenangan dramatis 3-2 atas Jakarta Livin Mandiri (pertandingan 29) dan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Medan Falcons (pertandingan 36). Meski sempat kalah dari Jakarta Livin Mandiri di pertandingan ulang, tim ini tetap menjadi ancaman serius bagi tim-tim papan atas.
Jadwal mereka di minggu mendatang cukup padat dengan laga melawan Jakarta Popsivo Polwan (pertandingan 39), Jakarta Livin Mandiri (pertandingan 43), dan Jakarta Electric PLN Mobile (pertandingan 56). Konsistensi menjadi kunci bagi Gresik untuk tetap berada di zona aman klasemen.
Jakarta Bhayangkara Presisi: Juara Bertahan Tertekan
Juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi mengalami hasil yang kontras. Meski berhasil mengalahkan Surabaya Samator 3-0 (pertandingan 35), mereka tumbang di tangan LavAni dengan skor yang sama (pertandingan 37).
Kekalahan dari LavAni menunjukkan bahwa Bhayangkara harus bekerja keras untuk mempertahankan gelar mereka. Pelatih Reidel Toiran perlu melakukan evaluasi mendalam, terutama terkait konsistensi permainan dan kemampuan menghadapi tekanan dari tim-tim papan atas.
Tim-Tim yang Berjuang Keras
Medan Falcons: Krisis Berkepanjangan
Medan Falcons menjadi tim paling memprihatinkan di putaran kedua ini. Mereka telah menelan lima kekalahan beruntun tanpa mampu meraih satu set kemenangan pun. Kekalahan 0-3 dari Pertamina Enduro, LavAni, dan Gresik Phonska Plus menunjukkan gap kualitas yang signifikan.
Tim asal Sumatera ini perlu rotasi pemain dan perubahan strategi drastis jika ingin menghindari posisi juru kunci. Jadwal mereka yang akan datang melawan Jakarta Livin Mandiri (pertandingan 40), Jakarta Pertamina Enduro (pertandingan 45), dan Jakarta Electric PLN Mobile (pertandingan 46) tidak memberikan banyak ruang untuk optimisme.
Bandung BJB Tandamata: Mencari Momentum Pertama
Bandung BJB Tandamata juga belum menemukan formula kemenangan dengan dua kekalahan dari Pertamina Enduro dan masih harus menghadapi rangkaian pertandingan berat. Mereka perlu memanfaatkan laga melawan Jakarta Electric PLN Mobile (pertandingan 41) dan Jakarta Popsivo Polwan (pertandingan 55) untuk meraih poin pertama.
Jadwal Krusial yang Patut Dinanti
Beberapa pertandingan di minggu-minggu mendatang diprediksi akan menjadi penentu peta klasemen akhir:
Big Match di Malang (6-8 Februari)
Pertandingan antara Gresik Phonska Plus vs Jakarta Popsivo Polwan (pertandingan 39) akan menentukan posisi zona tengah klasemen. Begitu pula dengan laga Jakarta LavAni vs Jakarta Garuda Jaya (pertandingan 44) yang bisa menjadi ajang LavAni memamerkan kekuatan mereka.
Ujian Bojonegoro (12-15 Februari)
GOR Utama Bojonegoro akan menjadi saksi pertarungan sengit antara LavAni vs Surabaya Samator (pertandingan 47) dan Jakarta Garuda Jaya vs Jakarta Bhayangkara Presisi (pertandingan 51). Kedua laga ini berpotensi mengubah urutan lima besar klasemen.
Pekan Crucial di Bogor (19 Februari – 1 Maret)
Rangkaian pertandingan di GOR Padepokan Jend. Pol. Kunarto akan menjadi fase krusial menjelang babak playoff. Pertemuan Gresik Phonska Plus vs Pertamina Enduro (pertandingan 59) diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik yang menentukan posisi puncak klasemen.
Prediksi Klasemen Akhir
Berdasarkan performa hingga minggu kelima, prediksi empat besar klasemen diprediksi akan diisi oleh:
1. Jakarta LavAni Livin’ Transmedia – Konsistensi dan kekuatan ofensif-defensif yang seimbang membuat mereka favorit juara.
2. Jakarta Pertamina Enduro – Performa sempurna dan kematangan skuad menempatkan mereka sebagai runner-up kuat.
3. Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia – Keuntungan bermain di kandang dan dukungan suporter bisa menjadi faktor X untuk finish di posisi tiga.
4. Jakarta Bhayangkara Presisi – Pengalaman sebagai juara bertahan akan membantu mereka bangkit dan mengamankan posisi empat besar.
Faktor-Faktor Penentu
Konsistensi Mental
Tim-tim yang mampu menjaga konsistensi mental di pertandingan-pertandingan krusial akan memiliki peluang lebih besar meraih posisi playoff. LavAni dan Pertamina Enduro telah menunjukkan kematangan mental ini.
Manajemen Rotasi Pemain
Dengan jadwal padat di bulan Februari, manajemen rotasi pemain menjadi krusial. Tim yang mampu menjaga kebugaran pemain kunci sambil memberikan kesempatan pada pemain lapis kedua akan memiliki keunggulan.
Adaptasi Strategi
Kemampuan pelatih membaca permainan lawan dan melakukan adaptasi taktik menjadi faktor pembeda. Kemenangan Gresik Phonska Plus atas Jakarta Livin Mandiri dalam laga lima set menunjukkan pentingnya fleksibilitas strategi.
Putaran kedua Proliga 2026 memasuki fase yang semakin menarik dengan persaingan ketat di setiap posisi klasemen. Setiap pertandingan akan menentukan nasib tim menuju babak playoff yang akan dimulai di bulan Maret mendatang. (***)




