LavAni Tundukkan Bhayangkara Presisi di Leg 1

YOGYAKARTA – Jakarta LavAni Livin’ Transmedia sukses mengamankan poin penuh pada Leg 1 Grand Final Proliga 2026. Bertanding di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Jumat (24/4/2026) malam, skuad asuhan David Lee tersebut berhasil menundukkan juara bertahan Jakarta Bhayangkara Presisi dengan skor 3-1 (25-22, 22-25, 25-16, 25-18).

LavAni hanya membutuhkan satu kemenangan saja untuk dipastikan meraih gelar juara Proliga 2026. Kedua tim akan saling berhadapan pada leg 2, Sabtu (25/4/2026).

Sedangkan bagi Bhayangkara, kekalahan pada leg 1 itu membuat Rendy Tamamilang dkk harus meraih dua kemenangan yakni leg 1 dan leg 2, untuk mempertahankan juara yang diraih setahun lalu.

Pada laga yang penuh gengsi itu, LavAni langsung menurunkan kekuatan penuh sejak awal set pertama. Kolaborasi setter Dio Zulfikri dengan deretan spiker mumpuni seperti Taylor Sander, Georg Grozer, dan Boy Arnes memberikan tekanan konstan. Di kubu lawan, Bhayangkara Presisi yang mengandalkan Bardia Saadat dan Martin Atanasov sempat memberikan perlawanan sengit.

Aksi saling kejar angka terjadi hingga pertengahan set pertama. Namun, ketenangan Hendra Kurniawan dan Malizi dalam menjaga tembok pertahanan di depan net membuat LavAni mampu mengunci set pertama dengan keunggulan 25-22.

Memasuki set kedua, tensi pertandingan semakin memanas. Bhayangkara Presisi yang tertinggal satu set langsung mengambil inisiatif serangan. Rendy Tamamilang dan Agil Angga tampil impresif dalam membongkar pertahanan LavAni.

Nizar Zulfikar sukses mengatur ritme permainan yang membuat barisan blocker LavAni kewalahan. Meski sempat terjadi reli panjang, Bhayangkara Presisi berhasil membalas dengan skor identik 22-25, sekaligus mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1.

Kehilangan set kedua menjadi alarm bagi LavAni. Pada set ketiga, Georg Grozer dkk tampil lebih agresif. Servis-servis tajam dari Taylor Sander seringkali membuahkan ace atau merusak receive pemain Bhayangkara.

LavAni memimpin jauh sejak pertengahan set. Koordinasi yang buruk di lini belakang Bhayangkara Presisi dimanfaatkan dengan baik oleh anak-anak LavAni untuk menutup set ketiga dengan skor telak 25-16. LavAni kembali unggul 2-1.

Pada set keempat, LavAni tidak membiarkan lawan berkembang. Meski Bhayangkara Presisi mencoba bangkit melalui serangan-serangan Bardia Saadat, momentum tetap berada di tangan juara bertahan.

Dominasi LavAni terlihat jelas saat memasuki poin-poin krusial. Mereka sempat memimpin jauh 19-12. Meskipun ada perlawanan di menit-menit akhir dari skuad asuhan Reidel Toiran, LavAni akhirnya menyudahi perlawanan Bhayangkara Presisi dan mengamankan kemenangan penting di leg pertama ini.

Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Jakarta LavAni Livin’ Transmeda untuk menatap leg kedua sekaligus memperbesar peluang mempertahankan gelar juara Proliga.

Usai laga, asisten pelatih LavAni, Erwin Rusni mengungkpkan bahwa tim asuhan David Lee tampil cukup solid pada set pertama.

Namun, pada set berikutnya atau set kedua, Dio Zulfikri dkk mulai menurun. “Banyak kesalahan sendiri yang dilakukan anak-anak,” tandasnya.

Sementara itu pelatih Bhayangkara, Reidel Toiran mengatakan kalau timnya mampu memberikan perlawanan pada dua set awal. “Kita mampu memberikan perlawanan hanya dua set. Setelah itu set ketiga dan keempat kita kalah,” ujar Toiran.

Kapten tim Bhayangkara, Nizar Zulfikar menegaskan kekalahan timnya ini sudah selesai. “Kita sekarang berpikir pertandingan ke depan,” tambah Nizar.

Jadwal leg kedua, Sabtu (25/4/2026):

  • Jam 15.00 WIB: Jakarta Pertamina Enduro vs Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (putri)
  • Jam 19.00 WIB: Jakarta LavAni Livin’ Transmedia vs Jakarta Bhayangkara Presisi.(***)

#Proliga2026 #LavAni #BhayangkaraPresisi #GrandFinalProliga #VoliIndonesia #GeorgGrozer #TaylorSander

Scroll to Top